Selasa, 22 November 2011

Waktu [18.11.11]

Malam ini, aku tak mampu membendung bulir-bulir air mataku!
Aliran ini terlalu deras keluar seenaknya saja.
Aku pun terisak, mengingatnya.
Mengingat kedua orang tua ku yang sedang menanti keberhasilanku. Menunggu dengan senyum bangga di bibirnya.
Sedangkan aku masih belum bisa menerima takdir.
Takdirku di sini, di akuntansi UB. Bukan di sana, di psikologi UNAIR.
*
Memang rencana-Mu akan selalu indah Ya Rabb...
Tetapi indah pada waktunya dan sekarang waktu tak memihakku.
Maka aku termangu, duduk terpaku menunggu waktu.
Dan aku lelah menunggu waktu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar